IKK in Action

Kegiatan IKK in Action merupakan kegiatan pelatihan dan pengembangan softskill terdiri atas beberapa sub kegiatan, yaitu Let’s Learn How to Be a Social Worker yaitu merupakan suatu kegiatan praktek dan pemberian bekal atau materi secara langsung yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Februari 2019 mengenai cara untuk melakukan pendekatan yang baik kepda masyarakat serta cara membangun desa pda saat bina desa dilaksanakan, Let’s Learn Counseling yang merupakan suatu kegiatan pelatihan bagi mahasiswa yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 9 Maret 2019 yang memberikan materi dan melaksanakan praktek untuk menjadi serorang counselor yang baik dan benar, dan Child Club Activities dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 April 2019 yang merupakan pelatihan tentang Child Rearing for Pre-School sebagai sarana untuk mengembangkan softskill dan meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam bidang perkembangan anak sehingga dapat berkontribusi lebih untuk kemajuan Pendidikan di Indonesia. Kegiatan IKK in Action dilaksanakan dengan tujuan:

  1. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa IKK dalam bidang social worker dan counseling
  2. Meningkakan keterampilan mahasiswa dalam melakukan bina desa atau kegiatan pemberdayaan masyarakat dan family counseling.
  3. Menambah pengetahuan mengenai dasar dan teknik dalam perkembangan dan pengasuhan anak usia prasekolah

Peserta kegiatan Let’s Learn: How to Be a Social Worker dihadiri oleh sebanyak 43 peserta, Let’s Learn: How to Be a Counselor sebanyak 35 peserta, dan Child Club Activities sebanyak 38 peserta. Luaran dari kegiatan “IKK in Action:

  1. Mahasiswa IKK memiliki pengetahuan dan pemahaman dalam bidang social worker dan counseling
  2. Mahasiswa memiliki keterampilan dalam melakukan bina desa atau kegiatan pemberdayaan masyarakat dan family counseling.
  3. Peserta memiliki pengetahuan mengenai dasar dan teknik dalam mempersiapkan diri turun lapang menjadi seorang guru ke Daycare, PAUD, ataupun
  4. Peserta menjadi sadar akan pentingnya menjadi guru yang kompeten dan senantiasa menerapkan pendidikan berbasis karakter dan holistik.
  5. Peserta memiliki keterampilan dalam mengajar.

 486 total views,  3 views today