Menghapus Kemiskinan

Pengembangan Indeks Keberdayaan Konsumen Indonesia

Kegiatan penelitian untuk mengembangkan instrumen dan menyusun indeks keberdayaan konsumen di Indonesia  37,989 total views,  3 views today

 37,989 total views,  3 views today

Pelatihan Keterampilan Usaha Ekonomi Produktif bagi Keluarga Prasejahtera dan Sejahtera 1

Program Kerjasama Departemen IKK dengan Dinas P3AP2KB Kab. Bogor yang memiliki tujuan untuk Peningkatan kapasitas keluarga untuk mengembangkan usaha ekonomi keluarga sehingga mampu melakukan upaya pengembangan ekonomi produktif untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga  38,153 total views,  3 views today

 38,153 total views,  3 views today

Menyusun Indikator Kesiapan Menikah

Menyusun indikator kesiapan menikah dalam upaya pencegahan pernikahan anak serta mengembangkan aplikasi kesiapan menikah berbasis web dan android yang mudah di akses oleh seluruh remaja di indonesia

 39,843 total views,  12 views today

NGARIUNG CARITA

Kegiatan Ngariung Carita merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan dengan sasaran ibu-ibu dan anak-anak berlokasi di RW 01, Cibanteng, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini terdiri atas enam sub kegiatan yaitu Opening, Keluarga Cemara, Generasi Ceria, Sahabat Konsumen, Pojok baca dan Closing. Keluarga Cemara membawakan materi berupa 8 fungsi keluarga menurut BKKBN meliputi fungsi agama dan reproduksi, fungsi sosialisasi, pendidikan, dan ekonomi, fungsi pembinaan lingkungan dan sosial budaya, fungsi cinta kasih dan perlindungan dengan sasaran ibu-ibu.  Generasi Ceria   merupakan kegiatan belajar-mengajar dengan metode yang beragam, kreatif, dan  interaktif berdasarkan dwiasas karakter (sopan santun dan tekun) dengan sasaran anak-anak. Kegiatan Sahabat Konsumen merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran konsumen agar dapat menjadi konsumen yang bijak. Tujuan dari kegiatan Ngariung Carita adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatnya keterampilan keluarga dapat menjalankan delapan fungsi ketahanan keluarga menurut BKKBN secara optimal.
  2. Meningkatnya kapasitas dan keterampilan anak-anak melalui stimulasi optimalisasi tumbuh kembang anak.
  3. Berkembangnya pengetahuan, sikap, dan keterampilan anggota keluarga dalam kegiatan konsumsi secara bijak dan bertanggung jawab.
  4. Meningkatnya kepekaan mahasiswa dan sasaran terhadap masalah yang terjadi di sekitar.
  5. Terbangunnya wawasan masyarakat terkait peringatan hari-hari besar keluarga, anak, dan konsumen.
  6. Meningkatnya minat baca masyarakat.

Peserta dalam kegiatan ini terdiri atas 15 orang ibu rumah tangga pada kegiatan keluarga CEMARA, 20 Anak usia pra sekolah, dan 15 Ibu rumah tanggga dan Bapak-bapak pada kegiatan Generasi Ceria, 20 Anak usia Sekolah Dasar dan 15 orang Ibu-ibu pada kegiatan Sahabat Konsumen. Luaran dari kegiatan bina desa adalah sebagai berikut:

  1. Keterampilan keluarga binaan dalam menjalankan delapan fungi ketahanan keluarga menurut BKKBN meningkat.
  2. Kapasitas tumbuh kembang anak–anak binaan berkembang optimal
  3. Pengetahuan, sikap, dan keterampilan anggota keluarga dalam kegiatan konsumsi secara bijak dan bertanggung jawab
  4. Kepekaan mahasiswa dan masyarakat sasaran terhadap masalah yang terjadi di sekitar
  5. Masyarakat memiliki wawasan terkait peringatan hari-hari besar keluarga, anak, dan konsumen.
  6. Masyarakat memiliki peningkatan minat untuk membaca.

 25,983 total views,  5 views today

Siap Nikah

 

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pun mengambil inisiatif untuk mengembangkan Indeks Kesiapan Berkeluarga. Melalui Direktorat Bina Ketahanan Remaja, BKKBN menggandeng Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen serta Direktorat Sistem Informasi dan Transformasi Digital Institut Pertanian Bogor (IPB).

Indeks ini mengukur kesiapan seseorang membangun keluarga dalam 10 dimensi dan 50 indikator. Indeks ini kemudian dikembangkan dalam bentuk aplikasi yang bisa diakses publik melalui website www.siap-nikah.id. Sejak diluncurkan Juli 2019, aplikasi ini mendapat respons positif generasi muda yang ingin mengukur kesiapannya sebelum menuju gerbang pernikahan.

April 2020, inisiatif kembali digulirkan oleh BKKBN untuk mengembangkan www.siap-nikah.id. Dengan menggandeng Rumah Perubahan, website yang sebelumnya berisi kuesioner kesiapan menikah, dikembangkan dalam konsep one stop solution.

Mei 2020, lahirlah konsep baru melalui hadirnya www.siapnikah.org. Website ini menghadirkan berbagai content yang relevan dengan kebutuhan generasi muda dalam mempersiapkan pernikahan, termasuk mempersiapkan diri dalam pengasuhan anak.

Harapan kami, website ini bisa menjadi rujukan bagi generasi muda untuk mempersiapkan diri sebelum masuk gerbang pernikahan, maupun bagi keluarga muda yang ingin belajar ilmu parenting. Misi utamanya, membangun keluarga berkualitas.

Semoga bermanfaat.

 26,017 total views,  1 views today

Kelas Akademi Keluarga Hebat Indonesia 2019 Bantu Warga Bogor

Image
Stunting merupakan permasalahan gagal tumbuh dan kembang pada balita akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu yang lama. Biasanya terjadi sejak dalam masa kandungan, masa awal bayi baru lahir dan baru akan nampak ketika anak usia dua tahun. Pencegahan stunting saat ini merupakan prioritas dari pemerintah. Berdasarkan data dari WHO tahun 2018, satu dari tiga anak di Indonesia menderita stunting. Oleh karena itu, penanganan stunting yang paling tepat adalah pada 1000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak hamil sampai usia dua tahun.
Adanya permasalahan-permasalahan sosial yang dihadapi keluarga tersebut menunjukkan bahwa fungsi keluarga dalam menjaga, menumbuhkan dan mengembangkan kualitas anggota keluarganya belum dapat dilaksanakan secara optimal.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi permasalahan yang dihadapi keluarga dan menegakkan kembali fungsi keluarga adalah melakukan pemberdayaan keluarga melalui pendidikan keluarga. Pemberdayaan keluarga pada dasarnya adalah membangun kemampuan keluarga untuk memajukan diri ke arah kehidupan yang lebih baik secara sinambung.
Pemberdayaan keluarga melalui proses pendidikan keluarga merupakan salah satu intervensi gizi sensitif yang dilakukan untuk penanganan stunting dalam jangan panjang. Bersama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor dan Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University melakukan program Akademi Keluarga Hebat Indonesia (AKHI) Kelas 1000 HPK di 10 Desa Prioritas Stunting Kabupaten Bogor. Dalam program pendidikan keluarga ini, tidak hanya materi pelaksanaan fungsi keluarga tetapi juga perawatan kehamilan dan pengasuhan anak untuk penanganan masalah tumbuh kembang anak, termasuk stunting.
Pada pembukaan Kelas AKHI 2019 di Desa Pabuaran Kecamatan Sukamakmur, (2/9), Kepala Desa Pabuaran, Atika Pauzi menyatakan dengan adanya program ini harapannya dapat mengurangi kejadian stunting di Desa Pabuaran dan ibu-ibu yang mengikuti kegiatan ini dapat menerapkan ilmu yang didapat di rumah masing-masing serta dapat menyebarluaskan pengetahuan yang di dapat selama kegiatan AKHI 2019 kepada anggota keluarga maupun tetangga di lingkungan rumah.
Edukasi keluarga menjadi hal yang penting diberikan kepada keluarga sebagai modal utama dalam pembangunan keluarga sejahtera dan pembentukan sumberdaya manusia yang berkualitas. Keunikan pada program ini adalah peserta yang dilibatkan tidak hanya istri saja namun para suami juga dapat mengikutinya.
Hal ini dikarenakan dalam melakukan pengasuhan kepada anak tidak hanya menjadi tanggung jawab istri tetapi juga diperlukan peran aktif serta dukungan dari suami dalam praktik pengasuhan untuk mengurangi serta mencegah terjadinya stunting pada anak.
“Ke depannya lokasi-lokasi yang menjadi lokus stunting dapat berkurang serta Indonesia memiliki Sumberdaya Manusia (SDM) berkualitas dan ibu-ibu Indonesia memiliki anak-anak yang sehat, cerdas dan berkarakter sehingga penting untuk mengikuti kegiatan AKHI 2019 selama 16 kali pertemuan. Di program ini ibu-ibu akan mendapatkan tambahan ilmu khususnya dalam pengasuhan,” ujar Dra. Maria Evi, Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak – BKKBN RI.
Sementara itu, Dr Tin Herawati selaku Ketua Departemen IKK menyatakan bahwa dua tahun pertama kehidupan sangat menentukan kualitas SDM di masa yang akan datang sehingga adanya pendidikan keluarga di setiap wilayah sangat diperlukan. (fika/Zul)
Keyword: Stunting, Akademik Keluarga Hebat Indonesia, Kelas AKHI 2019, Departemen IKK, BKKBN RI, DP3AP2KB Kabupaten Bogor, IPB University

 25,325 total views,  1 views today