Sosialiasi Penerapan GNNT di IPB

Setelah menggelar sosialiasi terhadap kurang lebih 700 mahasiswa, Direktorat Pengembangan Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama Bank Indonesia kembali melakukan sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) kepada para pimpinan IPB (15/9). Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Sidang Senat lantai 6 Gedung Rektorat, Kampus IPB Dramaga, Bogor.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Kajian Strategis, Prof. Dr. Ir. Hermanto Siregar, M.Ec. Hadir pula, sebagai narasumber Dr. Farida Peranginangin (Direktur Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran, Bank Indonesia), David Adiwijaya (Head of M-Finance Partnership, XL Axiata, Mewakili Perusahaan Telekomunikasi), dan Faradissa (Branch and Branchless Banking Process Enablement Head, CIMB Niaga, Mewakili Perbankan).

Direktur Pengembangan Bisnis, Dr. Ir. Agus Oman Sudrajat, M.Sc menyatakan, “IPB telah ditunjuk untuk menjadi salah satu model penerapan GNNT di Indonesia yang dicanangkan sebagai suatu gerakan nasional yang sudah dimulai sosialisasinya kepada para mahasiswa. Sementara, sosialisasi ke kantin-kantin, diantaranya kantin Sapta (Fakultas Teknologi Pertanian), kantin Biru (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan) dan kantin Ungu (Fakultas Kedokteran Hewan).”

Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Ir. Hermanto Siregar, M.Ec menyatakan, “Kami memandang ini suatu keniscayaan. GNNT ibarat suatu pergerakan yang semakin besar. Tuntutan perkembangan perekonomian dan integrasi ekonomi akan mengarahkan kita kesana. Yang mana, makin banyak pihak yang mengurangi penggunaan transaksi yang sifatnya tunai.”

“Jadi, alat-alat non tunai akan berdampak positif secara agregat terhadap perekonomian kita. Secara individu kita harus antisipasi dari sisi kemampuan finansial, sehingga tidak sampai tekor. Tapi kita yakin dengan berkembangnya nominal GDP maupun real GDP, tentu pendapatan per kapita kita juga akan naik,” tambah Prof. Hermanto.

Tak lupa, Prof. Hermanto juga mengucapkan terima kasih kepada semua narasumber yang telah hadir memberikan sosialisasi kepada IPB. “Kami sangat senang dengan adanya sosialisasi ini karena tidak semua orang di IPB paham tentang payment system. Ini sangat in line, sehingga dapat diterapkan dengan baik,” katanya.

“Harapannya dengan diselenggarakan kegiatan ini kita dapat mengetahui apa itu GNNT dan bagaimana penerapannya di IPB sehingga kita bisa membantu memperlancar edaran tentang gerakan non-tunai. Mudah-mudahan dengan hadirnya para pimpinan di sini, dapat disebarkan kepada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Mudah-mudahan GNNT di IPB dapat berlanjut di IPB,” tutup Dr. Agus Oman. (RF)

Sumber berita: http://news.ipb.ac.id//news/id/6a362a8a731224114429a89ce6de6ff9/sosialiasi-penerapan-gnnt-di-ipb.html

 2,192 total views

RINI HASTUTI. Analisis nilai anak, kualitas pengasuhan, dan perkembangan anak usia sekolah pada keluarga petani karet dan petani sawit di Kabupaten Bungo

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai anak, kualitas pengasuhan, dan perkembangan anak usia sekolah pada keluarga petani karet dan petani sawit di Kabupaten Bungo. Penelitian ini melibatkan 80 keluarga yang dipilih secara acak (40 petani karet dan 40 petani sawit). Contoh adalah keluarga petani karet dan sawit yang memiliki anak usia sekolah (kelas IV dan V SD). Pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan analisis deskriptif, uji beda T, korelasi, dan regresi. Hasil uji beda menunjukkan bahwa petani sawit lebih tinggi dalam pendidikan orang tua, pendapatan keluarga, nilai psikologi, nilai sosial anak, kualitas pengasuhan, serta perkembangan kognitif anak dibandingkan petani karet. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu, kesejahteraan keluarga, dan pendidikan orang tua dengan nilai anak. Usia anak, kesejahteraan keluarga, pendapatan keluarga, pendidikan orang tua, dan nilai psikologi anak berhubungan signifikan dengan kualitas pengasuhan. Pendidikan orang tua, usia anak, pendapatan keluarga, nilai psikologi anak, dan kualitas pengasuhan berhubungan signifikan dengan perkembangan anak. Penelitian ini juga menemukan bahwa usia ibu, pendidikan ibu, kesejahteraan keluarga, nilai psikologi, dan nilai ekonomi anak berpengaruh terhadap kualitas pengasuhan. Perkembangan anak dipengaruhi oleh kualitas pengasuhan, pekerjaan ibu, pendidikan orang tua, tingkatan kelas sekolah, dan jenis kelamin anak.

Kata kunci : nilai anak, kualitas pengasuhan, dan perkembangan anak

Kembali ke Daftar Skripsi tahun 2011

 2,307 total views

CHRISTIANI YULIYANTI. Pengaruh Dukungan Keluarga,Dukungan Pelatih dan Strategi Koping terhadap Prestasi Atlet di SMAN Ragunan Jakarta

ABSTRAK

CHRISTIANI YULIYANTI. Pengaruh Dukungan Keluarga,Dukungan Pelatih dan Strategi Koping terhadap Prestasi Atlet di SMAN Ragunan Jakarta. Dibimbing oleh MELLY LATIFAH and NETI HERNAWATI. Sport Development Index (SDI) Nasional pada tahun 2006 sebesar 0.28 (Kemenegpora 2010). Nilai ini menunjukkan tingkat kemajuan pembangunan olahraga Indonesia masih rendah. Salah satu indikator yang diukur dalam SDI adalah kualitas sumber daya manusia dengan melihat segi fisik, mental, dan prestasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan keluarga, dukungan pelatih, strategi mengatasi prestasi atlet muda dalam bidang akademik dan olahraga. Desain penelitian adalah cross-sectional study. Penelitian ini dilakukan di SMA Ragunan Jakarta dari bulan April hingga Juli 2010. Jumlah sampel adalah 84 orang yang dipilih secara purposive dari siswa status aktif dan atlet dan tidak berpartisipasi dalam acara olahraga. Metode analisis data untuk mengukur hubungan antara variabel dengan uji Chi-square dan uji Spearman. Faktor berpengaruh prestasi atlet menggunkan analisis regresi linier. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi akademik atlet adalah dimensi dukungan keluarga dukungan emosional (β = 0,24, p = 0,04). Variabel strategi mengatasi prestasi atlet muda tidak berpengaruh terhadap prestasi akademik atlet. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prestasi olahraga, yakni: strategi koping pada dimensi emotional-focus coping (β = -0.36, p = 0,03). Adapun variabel dukungan keluarga dan dukungan pelatih tidak berpengaruh terhadap prestasi olahraga.

Kata kunci: dukungan keluarga, dukungan pelatih, strategi koping, prestasi atlet

Kembali ke Daftar Skripsi tahun 2010

 2,138 total views