HOME COMING DAY IKK IPB 2018

Halo Keluarga IKK42-50 👋🏼

Bagaimana kabar keluarga sekalian? Semoga sehat dan bahagia selalu menyertai kita 😊

Keluarga, sudah lama ya kita tidak bertemu dan bercengkerama bersama. Jadi, mari kita bersilaturahmi bersama pada  “TEMU AKBAR ALUMNI ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN, IPB”

Hari, tanggal: Sabtu, 20 Januari 2018
Pukul: 09.00-14.00 WIB
Tempat: Audit GMSK, IPB Dramaga

Segera daftarkan diri di bit.ly/Pendaftaranalumniikk42-50

-Ini momen tepat untuk kita jalin silaturahmi dan memberi dampak baik untuk almamater kita, IKK-

Salam Hangat,

Squad Home Coming Day IKK IPB

——————–
Narahubung: silahkan hubungi pj angkatan masing-masing

#IKK42-50
#TemuAkbarAlumni
#IKKMelekat
#KumpulYuk

 1,271 total views,  2 views today

[HOME COMING DAY IKK IPB 2018]

Halo Keluarga IKK42-50 👋🏼

Bagaimana kabar keluarga sekalian? Semoga sehat dan bahagia selalu menyertai kita 😊

Keluarga, sudah lama ya kita tidak bertemu dan bercengkerama bersama. Jadi, mari kita bersilaturahmi bersama pada  “TEMU AKBAR ALUMNI ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN, IPB”

Hari, tanggal: Sabtu, 20 Januari 2018
Pukul: 09.00-14.00 WIB
Tempat: Audit GMSK, IPB Dramaga

Segera daftarkan diri di bit.ly/Pendaftaranalumniikk42-50

-Ini momen tepat untuk kita jalin silaturahmi dan memberi dampak baik untuk almamater kita, IKK-

Salam Hangat,

Squad Home Coming Day IKK IPB

——————–
Narahubung: silahkan hubungi pj angkatan masing-masing

#IKK42-50
#TemuAkbarAlumni
#IKKMelekat
#KumpulYuk

 1,369 total views

[:en]Rapat Pemantauan Pemasukan Hasil Perikanan[:]

[:en]

Rapat Pemantauan Pemasukan Hasil Perikanan yang di selenggarakan oleh Direktorat Sistem Logistik – Direktorat Jendral Penguaran Daya Saing Produk Kelautna dan Perikanan. Jakarta, November 2016

[:]

 1,094 total views

[:id]Summer Course Program Department of Family and Consumer Sciences 2017[:]

[:id]Bogor, 23 Agustus 2017 telah dilakukan diskusi pengembangan instrumen di ruang diskusi dan ruang seminar Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen. Pengembangan instrumen bertujuan untuk mendapat masukan dari peserta mengenai instrumen yang akan digunakan dalam wawancara kepada keluarga petani. Wawancara akan dilaksanakan pada hari kamis, 24 Agustus 2017 di Desa Cikarawang. Wawancara yang akan dilaksanakan terkait manajemen sumberdaya keluarga, pengasuhan dan perilaku konsumen dari keluarga petani di daerah Jawa Barat.
Peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok 1 diarahkan oleh Prof. Rumaya dan Dr. Dwi Hastuti, kelompok 2 diarahkan oleh Dr. Husniyah dan Dr. Megawati Simanjuntak dan kelompok 3 diarahkan oleh Dr. Herien Puspitawati dan Dr. Lilik Noor Yuliati. Peserta memberikan masukan untuk instrumen yamg sebelumnya sudah disusun oleh panitia. Peserta juga dapat mengklarifikasi beberapa pertanyaan yang kurang jelas. Selanjutnya, tim dosen pengarah memfinalisasi instrumen tersebut.[:]

 1,693 total views

[:id]Summer Course Program Department of Family and Consumer Sciences 2017
Bogor, 23 Agustus 2017 telah dilakukan diskusi pengembangan instrumen di ruang diskusi dan ruang seminar Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen. Pengembangan instrumen bertujuan untuk mendapat masukan dari peserta mengenai instrumen yang akan digunakan dalam wawancara kepada keluarga petani. Wawancara akan dilaksanakan pada hari kamis, 24 Agustus 2017 di Desa Cikarawang. Wawancara yang akan dilaksanakan terkait manajemen sumberdaya keluarga, pengasuhan dan perilaku konsumen dari keluarga petani di daerah Jawa Barat.
Peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok 1 diarahkan oleh Prof. Rumaya dan Dr. Dwi Hastuti, kelompok 2 diarahkan oleh Dr. Husniyah dan Dr. Megawati Simanjuntak dan kelompok 3 diarahkan oleh Dr. Herien Puspitawati dan Dr. Lilik Noor Yuliati. Peserta memberikan masukan untuk instrumen yamg sebelumnya sudah disusun oleh panitia. Peserta juga dapat mengklarifikasi beberapa pertanyaan yang kurang jelas. Selanjutnya, tim dosen pengarah memfinalisasi instrumen tersebut.[:]

 24 total views

[:id]Summer Course Program Department of Family and Consumer Sciences 2017 Goes to Field[:]

[:id]Summer Course Program Department of Family and Consumer Sciences 2017

Goes to Field

Bogor, 23 Agustus 2017 telah dilaksanakan acara Goes to Field di Desa Cikarawang. Goes to Field adalah sebuah kegiatan yang dilakukan peserta dalam mengobservasi secara langsung untuk melihat keluarga petani. Acara diawali dengan mengunjungi rumah ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan diakhiri oleh makan siang di lokasi yang sama.
Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Yayasan Khairu Ummah Cikarawang. Para peserta masuk ke tempat pembelajaran dan mendapat penjelasan mengenai apa yang dipelajari oleh anak-anak di Desa Cikarawang. Anak-anak menyanyikan lagu yang diajarkan oleh sekolah. Peserta juga mengajarkan lagu anak-anak khas dari malaysia dan korea agar peserta dan anak-anak dapat bernyanyi bersama.
Selanjutnya, seluruh peserta berjalan kaki menuju Kantor Desa Cikarawang. Sepanjang perjalanan peserta dapat melihat kondisi perumahan, pabrik ubi rumahan dan tempat belanja lokal bagi warga desa. Setelah tiba di kantor desa, peserta mendapat penjelasan dari bapak Ahmad sebagai ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Peserta mendapat penjelasan dasar mengenai profil dan kegiatan pertanian di Desa Cikarawang. Peserta juga diajak mencicipi dodol dan rengginang.
Dalam perjalanan kembali menuju rumah ketua Gapoktan, peserta diajak menuju Best Planter Indonesia (BPI). Peserta berkeliling disekitar kebun sayuran organik dipandu oleh ketua Gapoktan. Kebun sayuran organik dikelola oleh Gapoktan bekerjasama dengan perusahaan lain. Kangkung, bayam merah, selada dan pakcoy adalah beberapa sayuran yang ditanam di kebun organik, sayuran organik kemudian akan diimpor ke jakarta.
Peserta kembali ke rumah ketua Gapoktan dan mencicipi berbagai makanan berbahan dasar ubi. Produk makanan berbahan dasar ubi merupakan hasil olahan ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) yang sudah memiliki P-IRT. Beberapa makanan yang disajikan berupa brownies, muffin dari tepung ubi dan kripik ubi. Selain itu peserta mendapatkan jus jambu kristal.
Peserta pun dapat memetik langsung jambu kristal di kebun jambu kristal organik. Kebun-kebun jambu merupakan kepemilikan pribadi tetapi tetap tergabung dalam Gapoktan. Setelah dipetik, jambu akan ditimbang dan dicuci. Peserta dapat langsung memakan jambu setelah jambu dibersihkan. Setelah itu acara dilanjutkan dengan makan siang dan sholat zuhur.
[12:47 PM, 8/23/2017] Bu Megawati S: Rey tolong diposting ya
[1:15 PM, 8/23/2017] +62 822-4017-3773: Baik bu
[1:33 PM, 8/23/2017] Bu Megawati S: Summer Course Program Department of Family and Consumer Sciences 2017
Goes to Field

Bogor, 23 Agustus 2017 telah dilaksanakan acara Goes to Field di Desa Cikarawang. Goes to Field adalah sebuah kegiatan yang dilakukan peserta dalam mengobservasi secara langsung untuk melihat keluarga petani. Acara diawali dengan mengunjungi rumah ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan diakhiri oleh makan siang di lokasi yang sama.
Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Yayasan Khairu Ummah Cikarawang. Para peserta masuk ke tempat pembelajaran dan mendapat penjelasan mengenai apa yang dipelajari oleh anak-anak di Desa Cikarawang. Anak-anak menyanyikan lagu yang diajarkan oleh sekolah. Peserta juga mengajarkan lagu anak-anak khas dari malaysia dan korea agar peserta dan anak-anak dapat bernyanyi bersama.
Selanjutnya, seluruh peserta berjalan kaki menuju Kantor Desa Cikarawang. Sepanjang perjalanan peserta dapat melihat kondisi perumahan, pabrik ubi rumahan dan tempat belanja lokal bagi warga desa. Setelah tiba di kantor desa, peserta mendapat penjelasan dari bapak Ahmad sebagai ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Peserta mendapat penjelasan dasar mengenai profil dan kegiatan pertanian di Desa Cikarawang. Peserta juga diajak mencicipi dodol dan rengginang.
Dalam perjalanan kembali menuju rumah ketua Gapoktan, peserta diajak menuju Best Planter Indonesia (BPI). Peserta berkeliling disekitar kebun sayuran organik dipandu oleh ketua Gapoktan. Kebun sayuran organik dikelola oleh Gapoktan bekerjasama dengan perusahaan lain. Kangkung, bayam merah, selada dan pakcoy adalah beberapa sayuran yang ditanam di kebun organik, sayuran organik kemudian akan dijual ke jakarta.

Peserta kembali ke rumah ketua Gapoktan dan mencicipi berbagai makanan berbahan dasar ubi. Produk makanan berbahan dasar ubi merupakan hasil olahan ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) yang sudah memiliki P-IRT. Beberapa makanan yang disajikan berupa brownies, muffin dari tepung ubi dan kripik ubi. Selain itu peserta mendapatkan jus jambu kristal.
Peserta pun dapat memetik langsung jambu kristal di kebun jambu kristal organik. Kebun-kebun jambu merupakan kepemilikan pribadi tetapi tetap tergabung dalam Gapoktan. Setelah dipetik, jambu akan ditimbang dan dicuci. Peserta dapat langsung memakan jambu setelah jambu dibersihkan. Setelah itu acara dilanjutkan dengan makan siang dan sholat zuhur.
Menurut salah satu peserta Noor Hadrina dari Universitas Putra Malaysia (UPM), mengatakan bahwa perjalanan hari ini menyenangkan meskipun sangat lelah karena berjalan kaki cukup jauh. Menurutnya, dari perjalanan ini kunjungan yang sangat berkesan adalah ketika pergi ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), anak-anak terlihat sangat bersemangat dan orangtua bersabar menunggu anak hingga pulang karena di Malaysia orangtua tidak menunggu anaknya hingga selesai sekolah. Di malaysia jarak antar toko tidak terlalu dekat satu sama lain. Berbeda dengan di Indonesia, jumlah pertokoan lokal di desa sangat banyak dan jaraknya saling berdekatan.[:]

 1,349 total views

[:id]Summer Course Program Department of Family and Consumer Sciences 2017 Campus Tour[:]

[:id]Summer Course Program Department of Family and Consumer Sciences 2017

Bogor, 22 Agustus 2017 peserta melakukan rangkaian Campus Tour yang dimulai dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen. Kendaraan yang digunakan untuk mengelilingi kampus adalah mobil listrik. Tur dimulai dari Faperta hingga air mancur koin IPB. Selain mengelilingi kampus, peserta juga mengelilingi Rumah Sakit Hewan IPB.
Di rumah sakit hewan kita dapat berkeliling dengan bantuan tour guide yaitu mahasiswa tingkat 3 dari Fakultas Kedokteran Hewan. Tur dimulai dari meja resepsionis, ruang rawat inap, ruang pemeriksaan hingga ruang isolasi hingga ruang operasi steril dan tidak steril. Peserta dapat masuk hampir ke seluruh ruangan dan melihat secara langsung bagaimana hewan ditangani. Setelah itu peserta mengunjungi ruang isolasi hewan yang sakit.[:]

 1,384 total views

[:id]Summer Course Program kuliah sesi 2[:]

[:id]Bogor, 22 Agustus 2017 (13.00 wib) telah dilaksanakan kuliah sesi 2 di ruang diskusi Departemen Family and Consumer Science. Kuliah pertama disampaikan oleh Dr. Ir. Diah Krisnatuti P., MS. Kuliah yang disampaikan meliputi manajemen sumberdaya keluarga, membahas bagaimana proses manajemen diterapkan untuk mengelola sumberdaya keluarga terutama bagi keluarga petani. Dilanjutkan dengan manajemen waktu hingga manajemen lingkungan sekitar rumah.
Kuliah kedua disampaikan oleh Dr. Ir. Dwi Hastuti, M.Sc dengan tema Pengasuhan Petani di Indonesia. Menurut data dari Biro Statistik (BPS) September 2014, jumlah warga miskin masih berjumlah 27,73 juta atau 10,96% dari total seluruh penduduk Indonesia. Pengasuh utama pada keluarga petani adalah ibu, ibu mengalokasikan lebih banyak waktunya untuk mengasuh dan kegiatan domestik. Waktu anak mulai diberi asi dan berhenti akan berbeda tergantung pada kebiasaan daerah, begitupun pemberian makan anak balita akan berbeda sesuai daerahnya. Ayah tetap berpartisipasi memberi stimulasi psikososial terhadap anak, seperti menggendong dan bermain dengan anak. Tipe pengasuhan di Indonesia bagi petani cenderung autoritatif tetapi kurang stimulatif.
Kuliah ketiga akan disampaikan oleh Dr. Megawati Simanjuntak, S.P, M.Si tentang cara membuat keputusan bagi keluarga petani di Indonesia. Kuliah dimulai dengan kuis tentang gaya pembuatan keputusan. Melalui kuis peserta dapat melihat gaya pembuatan keputusan mana yang sesuai dengan dirinya, apakah peserta pembuat keputusan yang rasional atau sesuai intuisi. Pembuatan keputusan terlibat dalam proses pembelian yang akan menentukan apakah konsumen akan membeli atau membeli kembali barang tersebut.[:]

 1,292 total views

[:id]Kuliah Perdana Summer Course 2017[:]

[:id]Bogor, 22 Agustus 2017 telah dilaksanakan kuliah perdana bagi peserta Summer Course 2017 di ruang AMG CONNECT FEMA. Sebelum kuliah dimulai, terdapat opening ceremony berupa penampilan video profil FEMA dan Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekologi Manusia, Dr. Arif Satria, S.P, M.Si yang menjelaskan kontribusi dan inovasi yang diberikan oleh FEMA IPB. Setelah itu, acara Summer Course 2017 dibuka secara formal.

Kuliah pertama disampaikan oleh Ibu Herien Puspitawati, M.Sc, M.Sc. Pada kuliahnya, beliau menerangkan definisi keluarga. Pada definisi keluarga kita dapat melihat ciri-ciri keluarga dan berbagai bentuk keluarga. Keluarga memiliki kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi yang membuat keluarga harus mengatur sumberdaya demi mencapai kesejahteraan. Keluarga juga memiliki fungsi dan tahapan karena keluarga adalah satu kesatuan yang dinamis. Kemudian dilanjutkan dengan kondisi nyata keluarga di Indonesia dan bagaimana lingkungan dapat mempengaruhi keluarga.
Kuliah kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Rumaya Juhari. Kuliah dibuka dengan kondisi nyata data demografi di Malaysia.

Terjadi penurunan angka kelahiran total (TFR). Penurunan angka harapan hidup akan mempengaruhi populasi lansia. Angka pernikahan meningkat tetapi rata-rata umur pernikahan semakin meningkat juga. Permasalahan terletak pada pria di bidang finansial dan wanita pada kesulitannya mencari pasangan yang tepat. Permasalahan ini kemudian menimbulkan beberapa anggota populasi memutuskan untuk tidak menikah. Setelah itu peserta membuat rancangan anggaran keluarga dengan budget yang ditetapkan dan membahas alokasi bagi masing-masing kebutuhan.
Kuliah ketiga disampaikan oleh Dr. Husniyah Binti Abdul Rahim. Beliau menyampaikan bahwa setiap konsumen tidak terlepas dari kegiatan mengonsumsi. Peningkatan harga dapat terjadi diakibatkan oleh banyak hal mulai dari tingginya angka permintaan hingga perubahan cuaca. Terdapat berbagai isu-isu finansial seperti kesalahan penggunaan kartu kredit yang tidak bertanggung jawab, belanja berlebihan dan tidak merencanakan masa pensiun dengan baik. Untuk mengatasi isu finansial, dibutuhkan manajemen finansial dan target finansial.[:]

 1,401 total views