“Coffee Tale”

Coffee Tale merupakan kegiatan dari HIMAIKO-IPB yang memiliki dua kegiatan, yang terdiri dari kegiatan secara online dan offline. Pada kegiatan online, Coffee Tale dilakukan di media social Instagram dan Line. Di Instagram, Coffee Tale menyediakan informasi mengenai kesehatan mental, kiat-kiat menghadapi stress, coping strategy, dll, yang bisa dibaca oleh masyarakat luas khususnya mahasiswa. Lalu, di Line, Coffee Tale membuka layanan konseling yang dibuka di hari dan jam tertentu. Untuk kegiatan offline, Coffee Tale membuka Pojok Konseling yang menjadi wadah untuk mahasiswa maupun masyarakat untuk berbagi cerita dan permasalahan yang dihadapi. Kegiatan Pojok Konseling dilaksanakan dengan tujuan sebagai wadah mahasiswa maupun masyarakat umum untuk bercerita dan meminta saran tentang permasalahan yang dihadapi. Kegiatan Pojok Konseling bekerja sama dengan beberapa pihak yaitu IIBF (IPB Islamic Book Fair), YOT Bogor, Klinik AGE, BEM KM dan Asrama Kepemimpinan IPB, Open House IPB, KSR IPB, dan SES-C (Himpunan Mahasiswa Ekonomi Syariah IPB). Kegiatan dilakukan mulai bulan Februari 2019 hingga November 2019. Luaran dari kegiatan Coffee Tale  :

  1. Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang kesehatan mental dan penanganannya.
  2. Mahasiswa (konselor) memiliki keterampilan dalam pemecahan masalah dan konseling keluarga.
  3. Sebagai stress relief bagi konselee atas permasalahan yang mereka hadapi.

 568 total views,  2 views today

Studi Banding HIMAIKO IPB X HIMA KS UNPAD

Studi banding merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan yang akan diterapkan kedepannya untuk menjadi lebih baik. Berbagai upaya dilakukan agar organisasi tetap berjalan dan semakin meningkat mutunya. Agar tercapai suatu tujuan organisasi, dibutuhkan kerjasama yang baik dan strategi-strategi yang matang dan tepat. Kerjasama eksternal diperlukan guna peningkatan mutu, perluasan jangkauan, perbaikan sistem, penentuan kebijakan baru, dan sebagainya. Melihat bahwa kegiatan organisasi yang bersifat eksternal diperlukan bagi sebuah organisasi, maka Biro Business and Partmership HIMAIKO menerima tawaran HIMA KS UNPAD untuk mengadakan kegiatan studi banding yang dipertimbangkan akan banyak memberi manfaat, ide-ide baru, dan menjalin kerjasama antara HIMA KS UNPAD dan HIMAIKO IPB. Kegiatan ini telah dilaksanakan di ruang kuliah GKA, Fakultas Pertanian pada hari Sabtu, 26 Oktober 2019. Kegiatan studi banding ini dilaksanakan dengan tujuan :

  1. Menggali sebanyak mungkin informasi yang bisa didapat scara teknis real dan empiris.
  2. Untuk menambah wawasan tentan sistem organisasi universitas lain.
  3. Untuk menimba pengalaman baru di ditempat lain.

Materi yang disampaikan pada kegiatan ini adalah terkait pemaparan mengenai tugas setiap divisi antar himpunan keprofesian yang disampaikan oleh Ketua Himpunan HIMAIKO IPB (Akhmad Kusairi) dan Ketua Himpunan HIMA KS UNPAD (Agung Purwanto). peserta dari kegiatan ini berjumlah 93 orang yang terdiri dari 50 Mahasiswa HIMAIKO IPB dan 43 mahasiswa HIMA KS UNPAD. Luaran yang didapatkan dari kegiatan ini adalah mahasiswa mendapatkan informasi tentang sistem organisasi yang ada di HIMA KS UNPAD dan mendapatkan pengalaman dan menjalin kerjasama dengan HIMA KS UNPAD.

 455 total views,  1 views today

IKK LEARNING AND TRAVELING (I-LEAVNG) 2019

Peningkatan pengetahuan dan wawasan yang luas bagi mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) disusun salah satunya dalam kegiatan I-Leaving : IKK Learning and Travelling. Kegiatan I-LEAVING merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Biro Business and Partnership HIMAIKO dengan rangkaian yang terdiri atas berwisata ke Taman Mini Indonesia Indah dan mengunjungi BKKBN pusat pada hari Rabu, 6 Maret 2019.  Kegiatan IKK Learning and Traveling (I-Leaving) 2019 dilaksanakan dengan tujuan:

  1. Meningkatkan pengetahuan dan wawasan mahasiswa IKK dalam melakukan tindakan dalam keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.
  2. Meningkatkan kesadaran mahasiswa IKK terhadap isu-isu yang memiliki kaitannya terhadap keilmuan yang berfokus kepada keluarga.
  3. Membangun kerja sama dalam kegiatan sosial yang berfokus pada keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.

Kegiatan ini diikuti oleh 48 orang yang terdiri dari 47 Mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen dan satu perwakilan dosen. Pembicara pada kegiatan ii adalah Dr. Dwi Listyawardani, Ir., M.Sc (Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi). Pembicara (Pihak BKKBN) memberikan materi yang berfokus pada edukasi kesehatan dan  konsep keluarga berencana, menjelaskan aksi nyata serta langkah konkret BKKBN terhadap permasalahan keluarga dan keluarga berencana di Indonesia, dan menjelaskan tindakan dan upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa IKK dalam mensosialisasikan konsep kelurga berencana dan kesehatan reproduksi dengan baik. Luaran dari kegiatan IKK Learning and Traveling 2019 :

  1. Peserta dapat memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas dalam memahami perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi.
  2. Peserta menjadi sadar akan isu-isu terkini keluarga di Indonesia.
  3. Peserta mampu memahami aksi nyata yang telah dilakukan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga di Indonesia.

 

 596 total views,  2 views today

NGARIUNG CARITA

Kegiatan Ngariung Carita merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan dengan sasaran ibu-ibu dan anak-anak berlokasi di RW 01, Cibanteng, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini terdiri atas enam sub kegiatan yaitu Opening, Keluarga Cemara, Generasi Ceria, Sahabat Konsumen, Pojok baca dan Closing. Keluarga Cemara membawakan materi berupa 8 fungsi keluarga menurut BKKBN meliputi fungsi agama dan reproduksi, fungsi sosialisasi, pendidikan, dan ekonomi, fungsi pembinaan lingkungan dan sosial budaya, fungsi cinta kasih dan perlindungan dengan sasaran ibu-ibu.  Generasi Ceria   merupakan kegiatan belajar-mengajar dengan metode yang beragam, kreatif, dan  interaktif berdasarkan dwiasas karakter (sopan santun dan tekun) dengan sasaran anak-anak. Kegiatan Sahabat Konsumen merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran konsumen agar dapat menjadi konsumen yang bijak. Tujuan dari kegiatan Ngariung Carita adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatnya keterampilan keluarga dapat menjalankan delapan fungsi ketahanan keluarga menurut BKKBN secara optimal.
  2. Meningkatnya kapasitas dan keterampilan anak-anak melalui stimulasi optimalisasi tumbuh kembang anak.
  3. Berkembangnya pengetahuan, sikap, dan keterampilan anggota keluarga dalam kegiatan konsumsi secara bijak dan bertanggung jawab.
  4. Meningkatnya kepekaan mahasiswa dan sasaran terhadap masalah yang terjadi di sekitar.
  5. Terbangunnya wawasan masyarakat terkait peringatan hari-hari besar keluarga, anak, dan konsumen.
  6. Meningkatnya minat baca masyarakat.

Peserta dalam kegiatan ini terdiri atas 15 orang ibu rumah tangga pada kegiatan keluarga CEMARA, 20 Anak usia pra sekolah, dan 15 Ibu rumah tanggga dan Bapak-bapak pada kegiatan Generasi Ceria, 20 Anak usia Sekolah Dasar dan 15 orang Ibu-ibu pada kegiatan Sahabat Konsumen. Luaran dari kegiatan bina desa adalah sebagai berikut:

  1. Keterampilan keluarga binaan dalam menjalankan delapan fungi ketahanan keluarga menurut BKKBN meningkat.
  2. Kapasitas tumbuh kembang anak–anak binaan berkembang optimal
  3. Pengetahuan, sikap, dan keterampilan anggota keluarga dalam kegiatan konsumsi secara bijak dan bertanggung jawab
  4. Kepekaan mahasiswa dan masyarakat sasaran terhadap masalah yang terjadi di sekitar
  5. Masyarakat memiliki wawasan terkait peringatan hari-hari besar keluarga, anak, dan konsumen.
  6. Masyarakat memiliki peningkatan minat untuk membaca.

 25,126 total views,  2 views today

Inspiring Talk With Alumni (INSTALK) 2019

Kehidupan pascakampus adalah tahap yang akan dilalui oleh setiap mahasiswa untuk mengabdikan dirinya di masyarakat yang lebih luas. Setiap orang tentu ingin mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keilmuan yang dipilih, sehingga alumni memiliki peran penting untuk membantu dalam mempersiapkan kehidupan pascakampus, mulai dari berbagi cerita tentang pengalaman kerja sesuai keilmuan, memberi motivasi, serta problem solving dalam membuat suatu keputusan. Hal tersebut patut diperhatikan sebagai upaya mendukung persiapan individu memasuki tahap pascakampus. Oleh karena itu, diadakannya kegiatan yang berjudul “INSTALK” Inspiring Talk with Alumni yang akan menghadiri alumni IKK dari berbagai bidang keilmuan dan mahasiswa berprestasi dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen. Kegiatan INSTALK merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Biro Business and Partnership HIMAIKO-IPB dengan rangkaian yang terdiri atas talkshow mahasiswa berprestasi IKK 53 dan talkshow alumni. Tema kegiatan ini adalah ”Menjadi Individu yang Modern di Era Digital”. Kegiatan ini telah dilaksanakan di Ruang Auditorium GMSK, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor pada tanggal 14 September 2019. Kegiatan Inspiring Talk with Alumni (INSTALK) dilaksanakan dengan tujuan:

1.Menambah pengetahuan mengenai kehidupan pascakampus berdasarkan pengalaman alumni.

2.Meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam menghadapi dunia pascakampus.

3.Memotivasi mahasiswa untuk menekuni bidang keilmuan IKK.

Pemateri dalam kegiatan Talkshow mahasiswa berprestasi IKK adalah Muhammad Defrianto

Sementara pemateri Talkshow alumni IKK terdiri atas tiga pembicara, yaitu:

1.Iffahsari Musyrifah, S. Si (Influencer Marketing Specialist Bukalapak – IKK 48)

2.Vivi Priliyanti, S. Si (Child and Education Consultant – IKK 46)

3.Meilia Rachmawati, S. Si (Analisis Pemberdayaan Perempuan dan Anak / KPPA – IKK 48).

Peserta dari kegiatan ini berjumlah 117 Mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen angkatan 52-56 dan perwakilan dosen.

 

 167 total views

Akademi Keluarga Hebat Indonesia Kelas 1000 HPK

Kelas Akademi Keluarga Hebat Indonesia 2019 Bantu Warga Bogor

Kegiatan edukasi keluarga 1000 HPK dengan peserta keluarga yang memiliki anak dibawah dua tahun dan ibu hamil, dengan tujuan untuk mencegahan stunting. Kegiatan ini dilakukan sebanyak 14 kali pertemuan dengan kurikulum yang terstruktur

 608 total views,  1 views today

mengatasi Kemiskinan

 1 total views

Siap Nikah

 

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pun mengambil inisiatif untuk mengembangkan Indeks Kesiapan Berkeluarga. Melalui Direktorat Bina Ketahanan Remaja, BKKBN menggandeng Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen serta Direktorat Sistem Informasi dan Transformasi Digital Institut Pertanian Bogor (IPB).

Indeks ini mengukur kesiapan seseorang membangun keluarga dalam 10 dimensi dan 50 indikator. Indeks ini kemudian dikembangkan dalam bentuk aplikasi yang bisa diakses publik melalui website www.siap-nikah.id. Sejak diluncurkan Juli 2019, aplikasi ini mendapat respons positif generasi muda yang ingin mengukur kesiapannya sebelum menuju gerbang pernikahan.

April 2020, inisiatif kembali digulirkan oleh BKKBN untuk mengembangkan www.siap-nikah.id. Dengan menggandeng Rumah Perubahan, website yang sebelumnya berisi kuesioner kesiapan menikah, dikembangkan dalam konsep one stop solution.

Mei 2020, lahirlah konsep baru melalui hadirnya www.siapnikah.org. Website ini menghadirkan berbagai content yang relevan dengan kebutuhan generasi muda dalam mempersiapkan pernikahan, termasuk mempersiapkan diri dalam pengasuhan anak.

Harapan kami, website ini bisa menjadi rujukan bagi generasi muda untuk mempersiapkan diri sebelum masuk gerbang pernikahan, maupun bagi keluarga muda yang ingin belajar ilmu parenting. Misi utamanya, membangun keluarga berkualitas.

Semoga bermanfaat.

 25,472 total views

Kelas Akademi Keluarga Hebat Indonesia 2019 Bantu Warga Bogor

Image
Stunting merupakan permasalahan gagal tumbuh dan kembang pada balita akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu yang lama. Biasanya terjadi sejak dalam masa kandungan, masa awal bayi baru lahir dan baru akan nampak ketika anak usia dua tahun. Pencegahan stunting saat ini merupakan prioritas dari pemerintah. Berdasarkan data dari WHO tahun 2018, satu dari tiga anak di Indonesia menderita stunting. Oleh karena itu, penanganan stunting yang paling tepat adalah pada 1000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak hamil sampai usia dua tahun.
Adanya permasalahan-permasalahan sosial yang dihadapi keluarga tersebut menunjukkan bahwa fungsi keluarga dalam menjaga, menumbuhkan dan mengembangkan kualitas anggota keluarganya belum dapat dilaksanakan secara optimal.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi permasalahan yang dihadapi keluarga dan menegakkan kembali fungsi keluarga adalah melakukan pemberdayaan keluarga melalui pendidikan keluarga. Pemberdayaan keluarga pada dasarnya adalah membangun kemampuan keluarga untuk memajukan diri ke arah kehidupan yang lebih baik secara sinambung.
Pemberdayaan keluarga melalui proses pendidikan keluarga merupakan salah satu intervensi gizi sensitif yang dilakukan untuk penanganan stunting dalam jangan panjang. Bersama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor dan Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University melakukan program Akademi Keluarga Hebat Indonesia (AKHI) Kelas 1000 HPK di 10 Desa Prioritas Stunting Kabupaten Bogor. Dalam program pendidikan keluarga ini, tidak hanya materi pelaksanaan fungsi keluarga tetapi juga perawatan kehamilan dan pengasuhan anak untuk penanganan masalah tumbuh kembang anak, termasuk stunting.
Pada pembukaan Kelas AKHI 2019 di Desa Pabuaran Kecamatan Sukamakmur, (2/9), Kepala Desa Pabuaran, Atika Pauzi menyatakan dengan adanya program ini harapannya dapat mengurangi kejadian stunting di Desa Pabuaran dan ibu-ibu yang mengikuti kegiatan ini dapat menerapkan ilmu yang didapat di rumah masing-masing serta dapat menyebarluaskan pengetahuan yang di dapat selama kegiatan AKHI 2019 kepada anggota keluarga maupun tetangga di lingkungan rumah.
Edukasi keluarga menjadi hal yang penting diberikan kepada keluarga sebagai modal utama dalam pembangunan keluarga sejahtera dan pembentukan sumberdaya manusia yang berkualitas. Keunikan pada program ini adalah peserta yang dilibatkan tidak hanya istri saja namun para suami juga dapat mengikutinya.
Hal ini dikarenakan dalam melakukan pengasuhan kepada anak tidak hanya menjadi tanggung jawab istri tetapi juga diperlukan peran aktif serta dukungan dari suami dalam praktik pengasuhan untuk mengurangi serta mencegah terjadinya stunting pada anak.
“Ke depannya lokasi-lokasi yang menjadi lokus stunting dapat berkurang serta Indonesia memiliki Sumberdaya Manusia (SDM) berkualitas dan ibu-ibu Indonesia memiliki anak-anak yang sehat, cerdas dan berkarakter sehingga penting untuk mengikuti kegiatan AKHI 2019 selama 16 kali pertemuan. Di program ini ibu-ibu akan mendapatkan tambahan ilmu khususnya dalam pengasuhan,” ujar Dra. Maria Evi, Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak – BKKBN RI.
Sementara itu, Dr Tin Herawati selaku Ketua Departemen IKK menyatakan bahwa dua tahun pertama kehidupan sangat menentukan kualitas SDM di masa yang akan datang sehingga adanya pendidikan keluarga di setiap wilayah sangat diperlukan. (fika/Zul)
Keyword: Stunting, Akademik Keluarga Hebat Indonesia, Kelas AKHI 2019, Departemen IKK, BKKBN RI, DP3AP2KB Kabupaten Bogor, IPB University

 25,134 total views