Renstra Departemen IKK

resntra

PENDAHULUAN

Latar Belakang

            Institut Pertanian Bogor merupakan salah satu Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTBH) di Indonesia yang menjadi pelopor penerapan Sistem  Pendidikan Mayor Minor untuk Program Sarjana. Program Pendidikan Sarjana (S1) Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) merupakan program studi pertama dan satu-satunya yang dikembangkan di Indonesia. Departemen IKK memiliki visi untuk menjadi program studi terkemuka di bidang ilmu keluarga dan konsumen berbasis riset dengan kompetensi utama dalam peningkatan ketahanan keluarga, pemberdayaan konsumen, dan pengembangan karakter. Berdasarkan visi tersebut, dan dengan memandang bahwa  Departemen IKK merupakan departemen baru di IPB maupun di Indonesia, maka rencana strategis Departemen IKK tahun 2014-2017 dilaksanakan untuk mencapai penguatan kelembagaan bagian keilmuan dan laboratorium; pemantapan kurikulum mayor dan minor; peningkatan kualitas belajar mengajar; peningkatan atmosfer akademik yang kondusif; peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat; pembinaan kemahasiswaan; pengembangan kepustakaan dan publikasi; sosialisasi dan promosi Departemen dan program studi; serta pengembangan kerjasama institusi.

            Sejak berdiri tahun 2005, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen terus mengalami peningkatan jumlah mahasiswa peminat. Hingga saat ini Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen telah meluluskan sebanyak 240 lulusan. Keberadaan lulusan lembaga pendidikan merupakan sumberdaya manusia yang menjadi subjek dan objek pembangunan. Terlebih lagi memasuki abad 21 yang ditandai oleh proses globalisasi dengan persaingan yang sangat ketat, maka lembaga pendidikan dituntut untuk menyiapkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan memiliki keunggulan kompetitif. Oleh karena itu, beberapa tahun ke depan Departemen IKK harus mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas yaitu dapat bersaing secara nasional dan global dalam penguasaan IPTEKS bidang keluarga dan konsumen.

            Di samping itu, Departemen IKK juga harus mampu menghadapi persaingan antar perguruan tinggi, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta, bertaraf nasional maupun internasional di masa yang akan datang. Persaingan akan semakin ketat apabila keilmuan yang sejenis telah berkembang pada berbagai perguruan tinggi di dalam negeri. Untuk memenangkan persaingan tersebut, Departemen IKK harus memiliki daya saing yang dapat dicapai melalui peningkatan kualitas (mutu). Jika Departemen IKK tidak melakukan upaya perbaikan mutu secara berkesinambungan, dapat terus mengalami kemunduran karena kalah bersaing dengan departemen atau program studi lain yang ada di IPB maupun di luar IPB. Pengertian mutu di sini adalah kemampuan untuk menghasilkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggannya, yaitu mahasiswa, orangtua mahasiswa, staf pengajar, staf penunjang, Fakultas Ekologi Manusia, IPB, dan lain sebagainya.

            Dalam upaya membangun departemen yang bermutu, Departemen IKK harus mampu metode atau strategi yang tepat dalam pengelolaan dan pengembangan program. Oleh karena itu, perlu adanya perencanaan yang terintegrasi, sistematis, komprehensif dan bersifat strategic. Itu sebabnya, Departemen IKK membutuhkan suatu dokumen perencanaan strategis (Renstra) yang dapat dijadikan acuan resmi bagi Departemen dalam menentukan prioritas program kerja dan kegiatan tahunan secara terpadu dan terarah dan memudahkan untuk menilai kebijakan dan program-program operasional tahunan dalam kurun waktu tertentu. Perencanaan strategis tersebut terdiri dari : 1) visi, misi dan nilai-nilai, 2) analisis situasi dan kondisi, 3) kebijakan dan program strategis.

Tujuan

Rencana Strategis Departemen IKK tahun 2013-2017 disusun dengan tujuan :

  1. Menjadi acuan resmi bagi Departemen IKK untuk menentukan prioritas program kerja dan kegiatan tahunan secara terpadu dan terarah dalam jangka waktu 2013 – 2017
  2. Menyusun kebijakan dan strategi yang diterapkan sehingga dapat melahirkan program kerja yang selaras dengan visi dan misi Departemen IKK
  3. Memberikan kemudahan bagi seluruh jajaran yang terkait dengan Departemen IKK untuk menuangkan rencana dan kebijakan ke dalam program-program operasional tahunan dalam jangka waktu 2013 – 2017

Sistematika Penyusunan

Adapun sistematika penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Departemen IKK tahun 2013-2017 adalah sebagai berikut :

  1. Pendahuluan, berisi latar belakang, tujuan, dan sistematika penyusunan
  2. Visi, Misi, Tujuan, Moto dan Budaya Korporat
  3. Analisis Situasi dan Kondisi Departemen IKK, sebagai dasar pertimbangan dalam menyusun kebijakan, strategi dan program kerja lima tahun ke depan
  4. Kebijakan Umum dan Strategi, menguraikan tentang kebijakan umum dan strategi yang akan dilaksanakan guna pencapaian visi, misi dan tujuan yang ditetapkan
  5. Program Kerja, berupa uraian program kerja yang akan dilaksanaka guna pencapaian visi dan misi Departemen IKK
  6. Indikator dan Evaluasi memaparkan sejumlah ukuran keberhasilan pelaksanaan kegiatan yang direncanakan
  7. Penutup, berisi harapan dan ajakan partisipatisi kepada segenap pihak yang terkait dengan Departemen IKK

VISI, MISI, TUJUAN DAN NILAI

DEPARTEMEN ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN

VISI

Penyusunan visi, misi, tujuan, dan sasaran Departemen Ilmu Keluarga dan Konsemen (PS IKK) periode 2013-2017 merupakan revisi dari visi, misi, dan tujuan periode sebelumnya  (2009-2014). Penetapannya mengacu pada visi, misi, tujuan, dan sasaran Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) dan IPB, dimana PS IKK menjadi salah satu unit organisasi dari FEMA dan IPB.

Visi IPB adalah ”Menjadi Perguruan tinggi berbasis riset kelas dunia dengan kompetensi utama pertanian tropika dan biosains serta berkarakter kewirausahaan”. Pertanian merupakan bagian dari ekosistem (lingkungan hidup). Sebagai komponen ekosistem, pertanian menyediakan sumberdaya alam untuk kebutuhan hidup. Manusia sebagai makhluk hidup mengelola sumberdaya alam untuk keberlanjutan hidupnya. Keadaan tersebut membentuk suatu sistem ekologi yang menciptakan hubungan timbal balik antara mahluk hidup – berikut dengan kebudayaannya – dengan lingkungannya.

Hubungan timbal balik tersebut merupakan konsep ekologi manusia dimana berlangsung transaksi materi dan energi di dalam keluarga atau rumah tangga manusia sehingga para anggota keluarga tersebut dapat bertahan, tumbuh, dan berkembang. Hal tersebut sejalan dengan visi FEMA, yaitu ”Menjadi lembaga pendidikan tinggi berbasis riset yang membumi dan mendunia di bidang ekologi manusia”. Konsep ekologi manusia merupakan transformasi sosial, serta upaya untuk mencapai kehidupan individu, keluarga, dan komunitas yang berkelanjutan sebagai upaya mewujudkan kelestarian sumberdaya alam secara adil dan kesehatan lingkungan untuk kesejahteraan masyarakat.

Keluarga dapat dilihat sebagai suatu ekosistem yang terdiri dari komponen manusia (anggota keluarga), komponen lingkungan (alam dan buatan manusia), serta komponen organisasi keluarga. Komponen manusia dan lingkungan dengan mediasi komponen organisasi keluarga saling berinteraksi dan berhubungan saling menguntungkan untuk mencapai kondisi dan outcome yang diinginkan.

Untuk membentuk sistem pertanian tangguh, keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat mempunyai tanggung jawab untuk mempersiapkan sumberdaya berkualitas bagi generasi yang akan datang. Sumberdaya manusia yang berkualitas akan mampu menghasilkan produk barang dan jasa yang berkualitas dengan tingkat produktivitas dan efisiensi yang lebih baik. Kualitas sumberdaya manusia sangatlah ditentukan oleh kualitas pertumbuhan dan perkembangan pada masa anak-anak, terutama pada usia dini (kurang dari 3 tahun). Masa anak-anak merupakan fase yang sangat kritis bagi pembentukkan karakter dan kepribadian seseorang. Pembentukan struktur perilaku sepanjang kehidupan anak menentukan kualitas manusia pada usia dewasa. Hal ini sesuai dengan konsep bahwa ”Family as a basic unit of society”, sehingga merupakan penentu “society health and social order”.

Dalam menjalankan fungsinya, keluarga bertindak sebagai unit produksi (produsen) dan unit konsumsi (konsumen). Sebagai unit produksi, keluarga dapat memanfaatkan sumberdaya yang dimilikinya (alam, tenaga, waktu, dan teknologi) secara optimal dengan memperhatikan lingkungan untuk menghasilkan barang dan jasa baik untuk dijual di pasar (market goods and services) ataupun untuk dikonsumsi sendiri (household goods and services). Oleh karena itu, keluarga perlu diberdayakan agar dapat menjalankan kedua fungsi tersebut dalam membentuk masyarakat yang sejahtera. Berdasarkan pentingnya peran keluarga dalam mewujudkan sumberdaya manusia berkualitas dan membentuk masyarakat yang sejahtera serta mempertimbangkan visi IPB dan FEMA, maka tersusunnya visi Departemen IKK, yaitu:

Menjadi program studi terkemuka di bidang ilmu keluarga dan konsumen berbasis riset dengan kompetensi utama dalam peningkatan ketahanan keluarga, pemberdayaan konsumen, dan pengembangan karakter”.

MISI

            Dalam rangka mewujudkan visinya, Departem IKK merumuskan misi sebagai berikut :

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi dalam bidang ilmu keluarga dan perkembangan anak serta ilmu konsumen dan ekonomi keluarga
  2. Menyelenggarakan penelitian yang berkualitas untuk berkontribusi dalam pengembangan IPTEKS dan pemecahan masalah di bidang ilmu keluarga dan perkembangan anak serta ilmu konsumen dan ekonomi keluarga
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan kerjasama untuk meningkatkan kualitas anak, ketahanan keluarga, dan ketangguhan konsumen

TUJUAN

            Sejalan dengan visi dan misi yang telah ditetapkan, Departemn IKK mempunyai tujuan sebagai berikut :

  1. Menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan mampu bersaing dalam bidang ilmu keluarga dan perkembangan anak serta ilmu konsumen dan ekonomi keluarga
  2. Menghasilkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang inovatif dan aplikatif dalam bidang ilmu keluarga dan perkembangan anak serta ilmu konsumen dan ekonomi keluarga
  3. Memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia, ketangguhan konsumen, dan ketahanan keluarga

NILAI

            Tata nilai yang dikembangkan di Departemen IKK mengacu kepada 7 Nilai Budaya IPB, yaitu Keunggulan Akademik, Spiritualisme, Gigih, Kerjasama, Empati, Tanggung Jawab, dan Komitmen.

ANALISIS SITUASI DAN KONDISI

Informasi Umum Departemen

            Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, berdiri tahun 2005 melalui serangkaian sejarah yang cukup panjang. Pada tahun 1965, di IPB berdiri Departemen Ilmu Kesejahteraan Keluarga (IKK) atau home economics di bawah naungan Fakultas Pertanian IPB. Pada tahun 1978 namanya diganti menjadi Departemen Ilmu Kehidupan Keluarga Pertanian (IKKP). Namun sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, nama Departemen IKKP diubah menjadi Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga (GMSK) pada tahun 1981.

            Sejak ditetapkannya IPB sebagai Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) pada tahun 2000, terjadi beberapa perubahan yang salah satunya dalam pengelolaan akademik dan manajerial di IPB. Selama periode tahun 2004, Institut Pertanian Bogor mengadakan penataan bidang akademik dengan menerapkan Sistem Pendidikan Mayor Minor untuk Program Sarjana. Penataan ini menyebabkan terjadinya penataan departemen di lingkungan IPB, sesuai dengan Salinan Keputusan Rektor IPB Nomor : 001/K13/PP/2005 tentang Penataan Departemen di Lingkungan IPB. Dalam rangka penetapan tersebut, Departemen GMSK kemudian berkembang menjadi dua departemen, yakni Departemen Gizi Masyarakat dan Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen yang resmi berdiri pada 10 Januari tahun 2005 sesuai SK Rektor IPB no. 01/OT/I/2005. Di Indonesia saat ini, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen merupakan departemen pertama yang memfokuskan pada pengembangan keilmuan bidang keluarga, perkembangan anak, dan konsumen.

            Latar belakang mendasar dibentuknya Departemen IKK adalah kajian di bidang keluarga dan konsumen yang merupakan suatu teknologi keilmuan yang sangat penting untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga. Keluarga adalah sebuah system terkecil dalam masyarakat yang memegang peranan strategis dalam pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Lingkup kajian Departemen IKK meliputi keluarga beserta anggotanya dan segala perilakunya dalam mengelola sumberdaya untuk mencapai tingkat kesejahteraan yang diinginkan, termasuk di dalamnya difokuskan pada aspek pengembangan kualitas anak serta pemberdayaan keluarga dan konsumen. Departemen IKK yang saat ini merupakan pertama dan satu-satunya di Indonesia diharapkan akan menjadi pioneer di masa yang akan datang bagi munculnya program studi sejenis yang menawarkan bidang keilmuan berbasis pada ilmu keluarga, ilmu perkembangan anak, dan kesejahteraan konsumen.

Sumberdaya Manusia

Dosen

            Jumlah dosen di Departemen IKK saat ini adalah 18 orang dosen tetap. Komposisi tersebut terdiri dari 2 orang guru besar, 10 orang bergelar Doktor, 6 orang bergelar Master. Dari keseluruhan dosen tetap, per Oktober 2014 terdapat 2 orang dosen sedang menyelesaikan pendidikan S3. Sebaran dosen berdasarkan jabatan fungsional (tahun 2011-2013) ditunjukkan pada Tabel 1.

Tabel 1. Sebaran dosen berdasarkan jabatan fungsional tahun 2011-2013

Jabatan fungsional 2011 2012 2013
n % n % n %
Guru Besar 1 5.9 1 5.9 2 11.7
Lektor Kepala 5 23.5 5 23.5 6 35.3
Lektor 7 41.2 7 41.2 6 35.3
Asisten Ahli 4 29.4 4 29.4 3 17.7
Total 17 100.0 17 100.0 17 100.0

            Jika dilihat dari segi usia, dosen tetap di Departemen IKK masih relatif muda, hampir setengahnya (47.1%) berada pada kelompok usia 40-49 tahun. Sementara 23.5 persen lainnya berada pada kelompok usia 50-60 tahun.

Jumlah dan Kualifikasi Tenaga Penunjang

            Staf penunjang di Departemen IKK berjumlah 14 orang. Sebanyak 6 orang tenaga penunjang adalah karyawan tetap Departemen IKK yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan 8 orang merupakan tenaga honorer non PNS Departemen IKK. Berdasarkan jenjang pendidikan, tenaga penunjang Departemen IKK terdiri dari 2 orang dengan pendidikan akhir S1, 3 orang dengan pendidikan akhir diploma, 7 orang dengan pendidikan akhir SMU/SMK, 2 orang dengan pendidikan akhir SMP.

Mahasiswa

            Sejak berdiri tahun 2005 hingga saat ini, jumlah mahasiswa Departemen IKK terus mengalami peningkatan. Hingga tahun 2014, Departemen IKK telah memiliki mahasiswa sebanyak 10 angkatan, yaitu angkatan 42 (masuk tahun ajaran 2005/2006) sebanyak 36 mahasiswa, angkatan 43 (masuk tahun ajaran 2006/2007) sebanyak 40 mahasiswa, angkatan 44 (masuk tahun ajaran 2007/2008) sebanyak 44 mahasiswa, angkatan 45 (masuk tahun ajaran 2008/2009) sebanyak 64 mahasiswa, angkatan 46 (masuk tahun ajaran 2009/2010) sebanyak 57 mahasiswa, angkatan 47 (masuk tahun ajaran 2010/2011) sebanyak 62 mahasiswa, angkatan 48 (masuk tahun ajaran 2011/2012) sebanyak 70 mahasiswa, angkatan 49 (masuk tahun ajaran 2012/2013) sebanyak 84 mahasiswa, angkatan 50 (masuk tahun ajaran 2013/2014) sebanyak 93 mahasiswa, dan angkatan 51 (masuk tahun ajaran 2014/2015) yang masih berada di tingkat Persiapan Bersama (TPB) sebanyak 80 mahasiswa.

            Sejak tahun 2008, Departemen IKK juga membuka program pasca sarjana S2 dengan dua bidang keilmuan yaitu Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak (IKA) dan Ilmu Konsumen (IKO).

Sarana dan Prasarana

            Departemen IKK saat ini menempati gedung seluas 1332 m2 di Kampus IPB Darmaga yang terletak di 2 (dua) lantai dan 1 (satu) wing. Fasilitas perkuliahan yang tersedia mencakup 4 (empat) ruang kuliah, yaitu 3 (tiga) ruang kuliah di lantai 1 masing-masing seluas 300 m2 dan satu ruang kuliah di lantai 2 seluas 300 m2. Beberapa ruang lain yang terdapat di lantai meliputi ruang Laboratorium Fisik Tumbuh Kembang Anak (120 m2), Laboratorium Fisik Keluarga dan Konsumen, ruang sidang, sekretariat  program pasca sarjana Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak (IKA), ruang sekretariat Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, serta ruang toilet dan mushola. Lantai 2 terdiri dari ruang ruang pimpinan, ruang tata usaha, ruang diskusi, ruang seminar, ruang staf yang rata-rata seluas 24.4 m2, pantry, mushola dan toilet.

            Laboratorium fisik yang dimiliki oleh Departemen IKK meliputi Laboratorium Tumbuh Kembang Anak yang dikelola oleh divisi Perkembangan Anak, Laboratorium Ketahanan Keluarga yang dikelola oleh Divisi Ilmu Keluarga dan Laboratorium Pendidikan dan Perlindungan Konsumen yang dikelola oleh Divisi Ilmu Konsumen dan Ekonomi Keluarga. Ketiga Laboratorium fisik di atas berfungsi sebagai sarana penunjang bagi beberapa mata kuliah yang relevan dengan masing-masing keilmuan. Laboratorium ini diadakan sebagai sarana untuk mempermudah mahasiswa dalam memperdalam keilmuan sekaligus mempraktekkan hal-hal apa saja yang telah diperoleh dalam perkuliahan.

Kekuatan Pendorong dan Penghambat

            Untuk mencapai hasil yang bermutu dari suatu organisasi, maka kekuatan pendorong dan penghambat suatu organisasi perlu diketahui. Untuk mengetahui gambaran tentang kekuatan pendorong dan penghambat di Departemen IKK maka dapat digunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Strength (kekuatan) dan Weakness (kelemahan) merupakan faktor internal yang bersumber dari dalam diri organisasi, sedangkan Opportunity (peluang) dan Threat (ancaman) merupakan faktor eksternal yang bersumber dari luar organisasi Departemen IKK.

Kekuatan (S):

  1. Berdasarkan inputnya terdapat kekuatan antara lain :
  2. Terdapatnya dosen tetap yang memiliki kualifikasi yang sesuai dengan bidang keilmuannya, jumlah tenaga kependidikan memadai, sarana dan prasarana yang memadai serta kurikulum yang telah disusun dengan mempertimbangkan memungkinkan terlaksananya proses belajar mengajar yang baik untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas.
  3. Jumlah dana masyarakat memadai dan terus meningkat dan dikelola secara transparan, akuntabel, dan efektif
  4. Terdapat kesesuaian visi, misi, dan tujuan PS IKK dengan visi misi IPB dan FEMA memberi peluang pengembangan yang sinergi antara PS IKK dengan IPB dan FEMA dan program serta kegiatan untuk mencapai sasaran telah mengarah pada kebijakan rencana strategis IPB
  5. Berdasarkan prosesnya terdapat kekuatan antara lain :
  6. Memiliki sistem pengelolaan mutu dan penjaminan mutu yang dituangkan dalam Peraturan Rektor Institut Pertanian Bogor Nomor : 006/I3/07/2008 dan pengelola PS IKK memiliki komitmen yang tinggi untuk mengembangkan mutu pendidikan sesuai dengan peraturan tersebut.
  7. Proses pembelajaran dan pembinaan kemahasiswaan serta suasana akademik baik, hal ini ditunjukkan adanya IPK rata-rata mahasiswa meningkat dan jumlah mahasiswa yang mendapatkan beasiswa meningkat
  8. Adanya sistem informasi akademik (SIMAK) terpadu di lingkungan IPB dan sistem informasi keuangan yang sudah berjalan baik
  9. Terdapatnya suasana akademik yang kondusif di lingkungan PS IKK. Hal tersebut ditunjukkan adanya rata-rata jumlah kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat serta dana yang diperolehnya per dosen per tahun sudah melampau standar mutu institusi.
  10. Berdasarkan outputnya terdapat kekuatan antara lain :

            Lulusan PS IKK sebagian besar bekerja sesuai dengan bidangnya dan masa tunggu untuk memperoleh pekerjaan pertama relatif singkat (kurang dari 3 bulan)

Kelemahan (W):

  1. Berdasarkan inputnya terdapat kelemahan antara lain :
  2. Nama PS IKK masih belum dikenal oleh masyarakat luas sehingga menyebabkan rendahnya rasio pelamar dan yang diterima di PS IKK. Hal ini berdampak pada kompetensi lulusan PS IKK masih belum banyak dikenal oleh stakeholder
  3. Jumlah dosen belum memadai untuk melayani penyelenggaraan kegiatan pendidikan mayor minor dan kualifikasi tenaga kependidikan masih rendah, peralatan laboratorium fisik yang masih terbatas baik jumlah maupun jenisnya, dan masih terbatasnya jurnal ilmiah nasional dan internasional di bidang IKK yang dilanggan oleh IPB. Keadaan ini dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran proses belajar mengajar.
  4. Berdasarkan prosesnya terdapat kelemahan antara lain :
  5. Dosen : kegiatan PPM belum merata untuk semua dosen, secara individu maupun Departemen belum mempunyai roadmap penelitian dan keikutsertaanya dalam himpunan profesi masih rendah.
  6. Mahasiswa: kurang minat untuk mengikuti kegiatan-kegiatan kemahasiswaan seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan rata-rata lama studi masih diatas 48 bulan
  7. Buku studi paripurna sebagai alat untuk melihat perkembangan akademik mahasiswa belum dimanfaatkan secara optimal
  8. Masih terbatasnya modul/juklak/juknis yang terdokumentasikan untuk kegiatan pengabdian pada masyarakat
  9. Berdasarkan outputnya terdapat kelemahan antara lain :

Jumlah publikasi ilmiah dosen pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional masih rendah

Peluang (O):

A. Pemerintah

  1. Dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), nama bidang Ilmu Keluarga dan Konsumen tercantum dalam nomenklatur (508) kelompok ilmu terapan dengan ilmu pertanian
  2. Terdapat instansi pemerintah (Kemensos, BKKBN, Kemenag, Kemendag) maupun swasta dan perguruan tinggi yang bergerak di bidang ilmu keluarga dan konsumen dan membutuhkan desiminasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian pada masyarakat oleh dosen di PS IKK
  3. Pemerintah menyediakan dana pendidikan ke jenjang S2/S3 dan pelatihan bagi dosen dan calon dosen

B. LSM/perusahaan

  1. Banyak LSM dan perusahaan memberikan tawaran beasiswa untuk mahasiswa dan penelitian
  2. Banyak LSM/perusahaan menyediakan berbagai sumber dana kompetitif untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat, penulisan buku, dan penulisan artikel ilmiah internasional
  3. Banyak instansi LSM atau perusahaan swasta yang membutuhkan keahlian sesuai dengan kompetensi lulusan IKK
  4. Tersedianya dana hibah dari berbagai sumber untuk penyediaan sarana dan prasarana penunjang akademik dan peningkatan SDM

C. Masyarakat

  1. Semakin banyak permasalahan terkait keluarga, perkembangan anak, dan konsumen yang memerlukan sumbangan pemikiran dan alternatif pemecahannya.
  2. Beragam kegiatan kemahasiswaan yang diselenggarakan di luar kampus (masyarakat) menjadi modal bagi mahasiswa setelah lulus nantinya

D. Perkembangan IPTEKS

  1. Peran keluarga di era Globalisasi dan perubahan dunia serta otonomi daerah masih sangat strategis
  2. Peluang pengembangan bidang ilmu keluarga dan konsumen masih luas untuk menjawab kebutuhan keilmuan di masa datang
  3. Perkembangan teknologi informasi secara pesat untuk menunjang kegiatan akademik dan nonakademik
  4. Perkembangan teknologi sistem informasi yang pesat
  5. Kajian di bidang keluarga, perkembangan anak, dan konsumen berkembang pesat di berbagai negara
  6. Banyak jurnal internasional yang mempublikasikan artikel-artikel di bidang ilmu keluarga, perkembangan anak, ekonomi keluarga, dan konsumen

Ancaman (T):

A. Pemerintah

Badan Kepegawaian Negara belum mencantumkan Sarjana lulusan Ilmu Keluarga dan Konsumen sebagai bidang ilmu yang dibutuhkan

B. Pesaing

  1. Di Indonesia belum ada perguruan tinggi yang mempunyai PS sejenis dengan PS IKK sehingga belum ada asosiasi yang mengembangkan bidang ilmu tentang keluarga dan konsumen
  2. Manajemen Penjaminan Mutu di perguruan tinggi lain semakin berkembang
  3. Bidang pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi lulusan PS IKK banyak diisi oleh lulusan dengan kompetensi di luar keilmuan IKK

C. Stakeholder internal

Sistem rekrutmen dosen dan tenaga kependidikan merupakan kewenangan IPB dan Dikti

D. Masyarakat/lLulusan SMA

  1. Masih rendahnya minat lulusan SMA terhadap PS IKK
  2. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui kompetensi lulusan IKK
  3. Terbatasnya jaringan himpunan profesi dalam mengembangkan kegiatan PPM secara luas di tingkat nasional


1,540 total views, 1 views today