Bupati Garut Rudy Gunawan saat memberikan keterangannya kepada wartawan di Garut

Pemerintah pusat menyuntikan anggaran cukup besar untuk penanganan Stunting di Garut, Jawa Barat.

“Ada anggaran cukup besar dari pemerintah pusat hampir Rp44 miliar untuk program Indonesia Sehat,” ujar Bupati Garut Rudy Gunawan, kemarin.

Menurutnya, persoalan stunting atau tubuh kerdil sejak lama menjadi perhatian serius pemerintah Garut. Kondisi itu berbanding lurus dengan kasus stunting secara nasional.

“Di Garut sih normal, mau apapun kita anggap darurat saja, kenapa darurat ? karena nasional pun menyatakan darurat, masa nasional darurat di Garut tidak darurat,” kata dia.

 

Salah satu program pemberdayaan yang dilakukan mahasiswa Universitas Indonesia dalam mengentaskan kemiskinan di kabupaten Garut

Rudy menambahkan, selain faktor generika dan buruknya asupan gizi masyarakat saat masuk masa kandungan, buruknya data warga miskin menambah runyam pemerintah. “Data yang diberikan tidak begitu lengkap,” kata dia.

Menurutnya, kehadiran Basis Data Terpadu (BDT) yang dikeluarkan pemerintah, belum mampu memberikan jawaban, dalam mengantisipasi warga miskin.

“Misalnya yang menerima PKH itu kan miskin, begitu pun orang yang menerima BNPT juga sama, tapi coba lihat (banyak yang mampu menerima),” kata dia.

Ia kemudian mencontohkan pemberian jatah beras 10 kilogram yang akhirnya harus dibagi akibat banyaknya warga miskin yang tidak terdata. “Telur juga 8 butir harus dibagi dua itu untuk seminggu loh,” kata dia.

Akibat buruknya pendataan data warga, program penanggulan stunting belum menunjukan progress yang signifikan bagi masyarakat.

“Padahal anggarannya besar, untuk makan saja puluhan miliar yang kita keluarkan,” ujarnya.

378 total views, 9 views today

About

Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor adalah program studi yang terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *