ABSTRAK

Tiga isu utama yang berkaitan dengan pasokan listrik di Indonesia adalah harga listrik, kapasitas generator, dan kesenjangan energi. Untuk mengatasi hal itu semua, pemerintah Indonesia menciptakan beberapa pesan berisi informasi tentang penghematan listrik di rumah tangga. Contoh penelitian ini adalah konsumen rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesadaran dan perilaku konsumen listrik rumah tangga untuk menghemat listrik beserta hubungannya dengan pemasaran sosial yang diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar contoh pada tingkat kesejahteraan yang memadai, pada rata-rata tingkat kesadaran, dan mampu melakukan efisiensi listrik berada pada tingkat rata-rata. Ada empat pesan yang diterima oleh contoh, iklan non-komersial dari PLN (versi Lidya Kandou, versi maskot, dan versi 17,00-22,00) dan Earth Hour yang diadakan oleh WWF. Sebagian besar contoh mendapatkan pesan dari televisi dan pemerintah mendapat kepercayaan sebagai kelompok referensi. Tingkat efisiensi yang berkorelasi dengan daya listrik yang terpasang, pendapatan per kapita, dan rata-rata tagihan listrik bulanan. Contoh yang pendapatan lebih tinggi memiliki lebih banyak peralatan listrik dan daya terpasang lebih tinggi. Hal-hal berkorelasi dengan tagihan listrik yang lebih tinggi. Sebagian besar contoh menggunakan peralatan listrik primer daripada peralatan listrik sekunder, tetapi kurang dari satu pertiga memiliki tagihan tepat dibandingkan dengan tagihan listrik rata-rata nasional .

Kata kunci: hemat listrik, kesadaran,pesan, pemasaran sosial, rumahtangga

Kembali ke Daftar Skripsi tahun 2010

1,847 total views, 3 views today

About

Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor adalah program studi yang terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *